UPACARA HKN TINGKAT KULON PROGO; Puskesmas Galur II Terbaik Dalam Pelayanan Prima

Menteri Kesehatan RI dr.Endang Rahayu Sedyaningsih,MPH,Dr.Ph mengatakan dalam beberapa tahun terakhir ini, berkat pelaksanaan pembangunan kesehatan yang komprehensif dan berkesinambungan, tampak adanya kecenderungan peningkatan derajat kesehatan masyarakat dan pencapaian sasaran Millenium Development Goals atau MDGs. Seperti menurunnya angka kematian bayi, angka kematian ibu, harapan hidup waktu lahir.


Hal tersebut dikatakan Menkes dalam sambutan tertulis yang dibacakan Bupati Kulonprogo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) dalam upacara peringatan Hari Kesehatan Nasional tingkat kabupaten Kulonprogo di Halaman Pemkab, Kamis (17/11).  Dalam kesempatan itu Bupati menyerahkan penghargaan dan bingkisan diantaranya tenaga kesehatan teladan diraih dr.Niken Sudarningtyas dari Puskesmas Galur II sebagai dokter teladan, Sri Hartini,AMKG dari Puskemas Sentolo I perawat gigi teladan, Tri Atminatun,AMG Puskesmas I Sentolo Nutrisionis teladan, Muhammad Nur Cahya Pengasih I Sanitarian teladan.


 Kategori Puskesmas pelayanan prima terbaik I Puskesmas Galur II, terbaik II Puskesmas Sentolo I dan ketiga Puskemas Wates, Lomba Pos Yandu terbaik III nasional diraih Posyandu Lestari pedukuhan Banyunganti Kidul, desa Kaliagung Sentolo, Puskesmas dengan standar ISO 2011 diraih Puskesmas Sentolo I.

  Bingkisan dan uang kepada penderita gizi buruk kepada Bernadus Rama Putra orangtua Supriyanto di Gunung Penthul Karangsari Pengasih, Angga Dwi Prasetyo putra Sugiyo di Bojong II, Panjatan, Suhadi putra Mugiyono di Sorongan, Jatisarono Nanggulan dan Bimo Setyawan putri ibu Tri Astuti di Setan Wijimulyo Nanggulan masing-masing menerima bingkisan berupa beras 25 kg, gula pasir 5 kg dan gula jawa 4,5 kg serta uang Rp.500 ribu. Selain itu juga diserahkan juara lomba balita sehat indonesia kelompok umur 9-24 bulan, kelompok umur 24-59 bulan serta bantuan UKS kid kepada sekolah berprestasi dalam sekolah sehat.


"Capaian lain adalah menurunnya jumlah penderita Tuberkolusis atau TB di Indonesia, sehingga peringkat Indonesia sebagai Negara ketiga dengan penderita TB terbanyak di dunia telah menurun menjadi peringkat kelima. Penderita Polio juga sudah tidak ditemukan lagi di Indonesia sepanjang lima tahun terakhir ini dan beberapa provinsi di Indonesia dinyatakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO telah tereliminasi dari Tetanus Maternal dan Neomaternal,"katanya.


Pada tahun 2011 ini, Pemerintah memberikan imunisasi tambahan Campak pada lebih dari 11,9 juta anak dan Polio pada lebih dari 14,1 juta anak di berbagai provinsi untuk menyukseskan pencapaian Eradikasi Polio dan Eliminasi Campak. Dewasa ini , upaya untuk eliminasi Malaria, Filariasis dan Kusta juga sedang dilaksanakan secara intensif di seluruh Indonesia. Hingga bulan September 2011 ini, telah diperiksa 868.552 sediaan darah untuk diaknosis Malaria dan seluruh penderita yang positif sebanyak 204.951 orang telah diobati.


Sementara itu, upaya pengendalian Penyakit Tidak Menular atau PTM dan upaya peningkatan cakupan air bersih dan sanitasi dasar juga makin gencar dilakukan dan makin diperluas cakupannya. Sepanjang tahun 2010-2011, secara kumulatif diharapkan 5500 desa di Indonesia akan mendapatkan sarana air bersih dan sanitasi dasar melalui Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat atau STBM. Dari jumlah desa ini, sampai dengan bulan September 2011, sebanyak 4898 desa telah mendapatkan sarana tersebut.


Disamping itu, berbagai program terobosan untuk meningkatkan akses masyarakat pada pelayanan kesehatan yang bermutu juga telah dilancarkan. Antara lain dengan ditingkatkannya Program Jaminan Kesehatan Masyarakat atau Jamkesmas, dilancarkannya Program Jaminan Persalinan atau Jampersal, dan dilaksanakannya Program Bantuan Operasional Kesehatan untuk Puskesmas atau BOK.


Program Jamkesmas dimaksudkan agar masyarakat miskin dan tidak mampu memperoleh pelayanan kesehatan tanpa hambatan sosial ekonomi.


"Program Jampersal dimaksudkan agar ibu hamil yang tidak mempunyai jaminan kesehatan memperoleh jaminan untuk pelayanan antenatal, persalinan, postnatal dan KB pasca persalinan. Program ini diharapkan akan mempercepat penurunan angka kematian ibu, angka kematian anak dan meningkatkan KB pasca persalinan. Sedangkan Program BOK dimaksudkan untuk mendukung kegiatan operasional Puskesmas agar pelayanan kesehatan dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas, utamanya upaya promotif dan preventif,"katanya. (mc)